PENDAHULUAN

Buku ini berisi salinan bermacam-macam surat lama yang disimpan orang Kerinci sebagai pusaka. Tulisan yang terdapat pada surat itu tiga macam, yaitu:

1. Tulisan Jawa Kuno. Tulisan itu tidak serupa saja melainkan bermacam-macam pula. Dituliskan pada daun lontar atau kertas lama yang bernama daluang. Akan menyalin surat bertulisan Jawa Kuno itu, saya telah mendapat pertolongan daripada Tuan R. Ng. Dr. Poerbatjaraka, conservator der handschriften van het Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschapen.

2. Tulisan rencong Kerinci. Abjad tulisan itu ada di dalam buku tuan W. Marsden, On the Polynesian, or East Insular Languages, di dalam: Miscellaneous Works, dikeluarkan di kota London pada tahun 1834. Abjad dan keterangannya itu diperoleh tuan itu dari pulau Sumatra di antara 1811 dengan tahun 1834. Jadi kira-kira pada tahun 1825 masih ada orang Kerinci yang mengetahui tulisan itu. Sekarang rupanya sudah lama tidak ada lagi. Abjad rencong Kerinci yang di dalam buku tuan Marsden itu, yaitu abjad yang biasa dipakai orang Kerinci dahulu kala waktu menulis pada buluh. Tulisan yang terdapat pada tanduk berlainan sedikit. Abjad tulisan itu sudah dipelajari dan disuruh cetak oleh tuan L.C. Westenenk di dalam Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, deel LXI, Batavia 1922. Tuan Westenenk sendiri tidak melihat tanduk itu; dipergunakannya salinan yang diperbuat dengan teliti dan saksama oleh Tuan E. Jacobson. Walaupun Tuan Jacobson tidak pandai membaca tulisan rencong itu, dengan tidak mengindahkan susah payah ditirunya juga rupa huruf-huruf itu dengan gambar tangan, sehingga kemudian dapat dibaca oleh tuan Westenenk. Sayang salinan yang diperbuat oleh tuan Jacobson itu sekarang ada di Gedong Perpustakaan (Bibliotheek) di Leiden, negeri Belanda, jadi tidak dapat saya pergunakan salinan itu. Tulisan rencong Kerinci itu terdapat pada: tanduk kerbau, buluh, kulit kayu, kertas, daun lontar.

3. Tulisan Melayu yang serupa dengan tulisan Arab. Kebanyakan surat tulisan Melayu itu (ditulis pada kertas) saya gambarkan dahulu dengan perkakas potret, kemudian disalin oleh Guru Abdul Hamid daripada gambar itu.

 

Keterangan untuk buku ini dikumpulkan di tanah Kerinci pada hari 7 - 11 April dan 2 - 17 Juli 1941. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tuan H. Veldkamp, Controleur van Kerintji - Indarapoera, yang mengatur pekerjaan itu dan menemani saya pada perjalanan di bulan April. Karena tuan itu sudah mufakat lebih dahulu dengan Depati-depati yang menyimpan pusaka itu, di dalam waktu yang singkat itu dapatlah kami memperbuat daftar segala pusaka itu dan dapat pula saya mulai menyalin surat tanduk di Sungai Penuh. Di dalam bulan Juli perjalanan saya diatur oleh tuan Veldkamp. Waktu itu pekerjaan menyalin dan menggambar surat-surat itu tentu tidak dapat diselesaikan kalau tidak dengan pertolongan isteri saya dan nona N. Ooster yang dengan tulus ikhlas mengorbankan waktu vakansinya akan mempelajari huruf Kerinci dan menolongi pekerjaan itu. Kepada segala penolong yang tersebut di atas ini saya mengucapkan terima kasih. Lain daripada itu saya berutang budi kepada segala orang Kerinci yang sudi membawa pusakanya ke kantor atau ke pasanggrahan dan menerima kedatangan saya dengan sopan santun.

 

Salinan yang di dalam buku ini masih jauh dari sempurna, karena kebanyakan surat itu sudah rusak sebagian, tulisannya kurang jelas, ejaan orang dahulu kala tidak tetap, waktu pemeriksaan terlalu singkat, pekerjaan seringkali diganggu karena beratus-ratus orang mengerumuni hendak melihat barang pusaka yang jarang turun dari persimpanannya. Saya harap, saya dengan guru Abdul Hamid akan mendapat kesempatan untuk menyempurnakan salinan ini pada waktu yang akan datang. Walaupun begitu, saya percaya bahwa salinan yang berikut ini buat sementara berguna juga.

 

 

P. Voorhoeve