The Tanjung Tanah manuscript was issued by the royal court of Dharmasraya, also known as the Malayu kingdom, in the 14th century to provide the land of Kerinci (bumi Kurinci) with a legal code. Written in the pre-Islamic Old Sumatran scipt, it is the oldest extant Malay mannuscript. Naskah Tanjung Tanah merupakan kitab undang-undang yang dikeluarkan oleh kerajaan Malayu pada abad ke-14 untuk menetapkan hukum di bumi Kurinci. Naskah yang ditulis di keraton Dharmasraya dengan menggunakan tulisan Sumatra Kuno adalah naskah Melayu yang tertua. |
Revised
Indonesian translation | Terjemahan baru bahasa Indonesia
(05/06/2008)- Ritual Feast in Tanjung Tanah | Kenduri Sko di Tj. Tanah (10/05/2008)
Baru terbit/New Release (Mar 2009). Tersedia di orderbuku.com
Baru terbit (Juni 2009): Utusan Damai di Kemelut Perang: Peran Zending dalam Perang Batak berdasarkan Laporan L.I. Nommensen dan penginjil RMG lain